MANAJEMEN, AKUNTANSI, DAN BISNIS, VOLUME 5,
NO 3, DESEMBER 2007
MEMBANGUN
CITRA KOPERASI MENUJU USAHA TANGGUH MANDIRI
OLEH:
BAMBANG WIDJANARKO
(BAGIAN 2)
PEMBINAAN KOPERASI
Hampir semua koperasi mengalami masalah yang
cukup dilematis, yaitu masalah sumber daya manusia. Sebenarnya sudah cukup
banyak langkah yang ditempuh oleh pemerintah untuk mengembangkan pemberdayaan
manusia melalui pendidikan formal dan kursus-kursus atau pelatihan tentang
perekonomian. Hanya permasalahannya pengurus tinggi di Indonesia terutama pada
perguruan tinggi yang mempunya fakultas ekonomi, masih jarang yang memberikan
kurikulum khusus tentang perekonomian, apalagi yang terjun secara langsung
bekerjasama atau praktik kerja di koperasi.
Bagi
koperasi yang masih belum berkembang atau berada pada tahap awal perkembangan,
pendekatan pembinaan yang digunakan adalah pendamping, dan bagi koperasi yang
sudah memasuki perkembangan lanjut, menggunakan pendekatan yang sudah mulai
dilepas tetapi kadang-kadang masih harus didampingi.
Berbeda
dengan perusahaan pada umumnya, pendidikan koperasi lebih penting dibandingkan
dengan kegiatan pemasaran pada perusahaan. Padahal ini merupakan salah satu hak
yang harus didapatkan oleh pengurus dan anggota koperasi.
Dilihat sebagai indikator ukur tingkat efisiensi
dan efektivitas kinerja koperasi yang berkaitan dengan:
(1)
sampai sejauh manakah
peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan koperasi
kepada anggota masyarakat sebagai pengguna?
(2)
berapa cepatkah waktu
yang dibutuhkan koperasi dalam proses pelayanan kepada
anggota dan masyarakat sebagai pengguna? Dan
(3)
seberapa besarkah
kepuasan yang diberikan koperasi kepada anggota dan masyarakat
sebagai pengguna? Mana kata kunci dari pelayanan prima adalah
kepuasan pada para anggota dan masyarakat pengguna.
ORIENTASI PADA ANGGOTA
Perkembangan
teknologi dan informasi yang pesat membuat perubahan lingkungan dan kondisi
perekonomian juga berubah dengan cepat. Untuk mewujudkan strategi pelayanan
prima pada aktivitas bisnis koperasi, perlu diidentifikasikan factor-faktor yang
berpengaruh terhadap pelayanan prima yaitu:
(a) factor eksternal :
(1) mengenali
dinamika kebutuhan dan keinginan anggota dan masyarakat,
(2) mendekatkan
pendekatan kearah pencapaian kepuasan anggota dan masyarakat
sebagai pengguna
(1)
mengabungkan visi dan
misi koperasi dengan pencapaian kapuasan anggota dan
masyarakat sebagai pengguna.
(b) factor internal :
(1) peningkatan
kualitas pelayanan,
(2) waktu yang
dibutuhkan dalam proses penyediaan dan pemberian pelayanan tersebut.
ASPEK MANAJEMEN
Kalau
kita berfikir tentang manajemen, maka angan kita akan menuju suatu tananan dan
aturan terhadap sumber daya manusia. Fungsi manajemen dalam koperasi adalah
hakikatnya sama dengan fungsi manajemen pada perusahaan, dengan demikian fungsi
manajemen dalam koperasi juga berlaku perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, koordinasi dan pengawasan. (Ninik Widiyanti, 1996).
Dalam
segala aktivitas yang berlangsung sebagaimana telah direncanakan, baik pengurus
maupun manajer selalu mengadakan koordinasi secara periodik, apakah triwulanan
atau semesteran dan paling tidak, pengurus dan manajer mengadakan koordinasi
paling sedikit dua kali dalam satu tahun, yang hasilnya akan dipersentasikan
dalam rapat anggota. Agar dalam pelaksaan kegiatan tersebut dapat berjalan
sesuai dengan rencana target, maka disinilah tugas badan pengawas untuk
mengawasi seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus maupun manajer,
terutama dalam masalah aliran dana (cash flow).
Dalam
system manajemen koperasi di Indonesia, anggota sebagai pemilik tidak mungkin
dapat melaksanakan pengelolaan sendiri, disamping jumlah anggotanya yang
banyak, mereka berdomisili terpencar sehingga sulit untuk melakukan koordinasi
yang cepat dan tepat waktu. Oleh sebab itu, untuk dapat mengelola
usaha secara efektif, anggota koperasi memilih para wakilnya untuk menjalankan
koperasi melalui Rapat Anggota.
Dalam
rapat anggota menentukan pengurus yang akan menjalankan roda organisasi terdiri
dari Ketua, Wakil Ketua, Sekertaris, dan Bendahara, sedangkan untuk fungsi
pengawasan akan dipilih Badan Pemeriksa. Pengurus sebagai wakil dari anggota
bertindak untuk dan atas nama anggota, sehingga pengurus ini harus benar-benar
dapat menghayati dan mengerti aspirasi serta kebutuhan para anggotanya.
ASPEK PERMODALAN
Modal
utama koperasi bersumber dari dalam dan luar. Modal yang berasal dari dalam
adalah bersumber dari anggota yaitu simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan
sukarela. Namun, bila hanya mengandalkan modal yang bersumber dari para anggota
saja, koperasi tidak akan mengembangkan operasional secara maksimal, apalagi
bagi koperasi yang baru berdiri, akan sulit dan lambat dalam perkembangannya.
Modal
yang berasal dari orang atau lembaga inilah yang sebenarnya diharapkan dapat
membantu pertumbuhan koperasi, namun pada kenyataannya di Indonesia masih
jarang koperasi umum yang mendapatkan modal dari lembaga (perusahaan) kecuali
koperasi yang bertumbuh dan berkembang menginduk pada perusahaan, itu pun
perusahaan yang menjadi induk koperasi tidak sepenuhnya memberikan keleluasaan
dalam pemberian modal dan koperasi.
KESIMPULAN
Pertama,
dalam era yang penuh dalam persaingan global ini koperasi mau tidak mau harus
meningkatkan kualitas kinerjanya, baik dari segi sumber daya manusianya maupun
pengelolaan manajemennya. Harapannya agar koperasi dapat berperan dominan agar
segala aspek kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia, baik sekarang maupun
kedepan.
Kedua,
dilain pihak pemerintah dengan segala peraturan dan perundang-undangan yang
diperuntukan bagi koperasi agar dapat memberikan pembinaan dan dukungan
sepenuhnya untuk mengembangkan dan mengangkat martabat koperasi Indonesia.
Ketiga,
lembaga perbankan nasional terutama bank-bank pemerintah agar dapat memberikan
dispensasi khusus kepada koperasi untuk memperoleh modal dengan memberikan
kemudahan, baik dari segi persyaratan, agunan pada tingkat suku bunga yang
rendah, serta alokasi kredit yang memadai untuk mendukung perkoperasian
Indonesia.
Keempat,
pengawasan yang ketat dari berbagai pihak wajib dijalankan supaya segala bentuk
tindakan yang berpengaruh dalam kegiatan koperasi dapat berjalan sesuai
mekanisme yang ada
Daftar Pustaka
MANAJEMEN, AKUNTANSI, DAN BISNIS, VOLUME 5,
NO 3, DESEMBER 2007
Nama : ANGELBERT BRIGITA PURNAMASARI REDE
Kelas : 2EB09
NPM : 20212870
Tidak ada komentar:
Posting Komentar