Minggu, 17 November 2013

Review Jurnal 1 : MEMBANGUN CITRA KOPERASI MENUJU BADAN USAHA YANG TANGGUH DAN MANDIRI

MANAJEMEN, AKUNTANSI, DAN BISNIS, VOLUME 5, NO 3, DESEMBER 2007

MEMBANGUN CITRA KOPERASI MENUJU USAHA TANGGUH MANDIRI 
OLEH:
BAMBANG WIDJANARKO
(BAGIAN 2)

PEMBINAAN KOPERASI

            Hampir semua koperasi mengalami masalah yang cukup dilematis, yaitu masalah sumber daya manusia. Sebenarnya sudah cukup banyak langkah yang ditempuh oleh pemerintah untuk mengembangkan pemberdayaan manusia melalui pendidikan formal dan kursus-kursus atau pelatihan tentang perekonomian. Hanya permasalahannya pengurus tinggi di Indonesia terutama pada perguruan tinggi yang mempunya fakultas ekonomi, masih jarang yang memberikan kurikulum khusus tentang perekonomian, apalagi yang terjun secara langsung bekerjasama atau praktik kerja di koperasi.

            Bagi koperasi yang masih belum berkembang atau berada pada tahap awal perkembangan, pendekatan pembinaan yang digunakan adalah pendamping, dan bagi koperasi yang sudah memasuki perkembangan lanjut, menggunakan pendekatan yang sudah mulai dilepas tetapi kadang-kadang masih harus didampingi.
           Berbeda dengan perusahaan pada umumnya, pendidikan koperasi lebih penting dibandingkan dengan kegiatan pemasaran pada perusahaan. Padahal ini merupakan salah satu hak yang harus didapatkan oleh pengurus dan anggota koperasi.
          Dilihat sebagai indikator ukur tingkat efisiensi dan efektivitas kinerja koperasi yang berkaitan dengan:
(1)  sampai sejauh manakah peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan koperasi
kepada anggota masyarakat sebagai pengguna?
(2)  berapa cepatkah waktu yang dibutuhkan koperasi dalam proses pelayanan kepada
anggota dan masyarakat sebagai pengguna? Dan
(3)  seberapa besarkah kepuasan yang diberikan koperasi kepada anggota dan masyarakat
sebagai pengguna? Mana kata kunci dari pelayanan prima adalah kepuasan pada para anggota dan masyarakat pengguna.

ORIENTASI PADA ANGGOTA

            Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat membuat perubahan lingkungan dan kondisi perekonomian juga berubah dengan cepat. Untuk mewujudkan strategi pelayanan prima pada aktivitas bisnis koperasi, perlu diidentifikasikan factor-faktor yang berpengaruh terhadap pelayanan prima yaitu:
(a) factor eksternal :  
            (1) mengenali dinamika kebutuhan dan keinginan anggota dan masyarakat,
(2) mendekatkan pendekatan kearah pencapaian kepuasan anggota dan masyarakat
sebagai pengguna            
(1)  mengabungkan visi dan misi koperasi dengan pencapaian kapuasan anggota dan
masyarakat sebagai pengguna.

(b) factor internal :    
            (1) peningkatan kualitas pelayanan,
            (2) waktu yang dibutuhkan dalam proses penyediaan dan pemberian pelayanan tersebut.

ASPEK MANAJEMEN

            Kalau kita berfikir tentang manajemen, maka angan kita akan menuju suatu tananan dan aturan terhadap sumber daya manusia. Fungsi manajemen dalam koperasi adalah hakikatnya sama dengan fungsi manajemen pada perusahaan, dengan demikian fungsi manajemen dalam koperasi juga berlaku perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, koordinasi dan pengawasan. (Ninik Widiyanti, 1996).

             Dalam segala aktivitas yang berlangsung sebagaimana telah direncanakan, baik pengurus maupun manajer selalu mengadakan koordinasi secara periodik, apakah triwulanan atau semesteran dan paling tidak, pengurus dan manajer mengadakan koordinasi paling sedikit dua kali dalam satu tahun, yang hasilnya akan dipersentasikan dalam rapat anggota. Agar dalam pelaksaan kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana target, maka disinilah tugas badan pengawas untuk mengawasi seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus maupun manajer, terutama dalam masalah aliran dana (cash flow).

            Dalam system manajemen koperasi di Indonesia, anggota sebagai pemilik tidak mungkin dapat melaksanakan pengelolaan sendiri, disamping jumlah anggotanya yang banyak, mereka berdomisili terpencar sehingga sulit untuk melakukan koordinasi yang cepat dan tepat waktu. Oleh sebab itu, untuk dapat mengelola usaha secara efektif, anggota koperasi memilih para wakilnya untuk menjalankan koperasi melalui Rapat Anggota.
             Dalam rapat anggota menentukan pengurus yang akan menjalankan roda organisasi terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekertaris, dan Bendahara, sedangkan untuk fungsi pengawasan akan dipilih Badan Pemeriksa. Pengurus sebagai wakil dari anggota bertindak untuk dan atas nama anggota, sehingga pengurus ini harus benar-benar dapat menghayati dan mengerti aspirasi serta kebutuhan para anggotanya.

ASPEK PERMODALAN

            Modal utama koperasi bersumber dari dalam dan luar. Modal yang berasal dari dalam adalah bersumber dari anggota yaitu simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan sukarela. Namun, bila hanya mengandalkan modal yang bersumber dari para anggota saja, koperasi tidak akan mengembangkan operasional secara maksimal, apalagi bagi koperasi yang baru berdiri, akan sulit dan lambat dalam perkembangannya.
            Modal yang berasal dari orang atau lembaga inilah yang sebenarnya diharapkan dapat membantu pertumbuhan koperasi, namun pada kenyataannya di Indonesia masih jarang koperasi umum yang mendapatkan modal dari lembaga (perusahaan) kecuali koperasi yang bertumbuh dan berkembang menginduk pada perusahaan, itu pun perusahaan yang menjadi induk koperasi tidak sepenuhnya memberikan keleluasaan dalam pemberian modal dan koperasi.

KESIMPULAN

           Pertama, dalam era yang penuh dalam persaingan global ini koperasi mau tidak mau harus meningkatkan kualitas kinerjanya, baik dari segi sumber daya manusianya maupun pengelolaan manajemennya. Harapannya agar koperasi dapat berperan dominan agar segala aspek kehidupan ekonomi masyarakat Indonesia, baik sekarang maupun kedepan.
           Kedua, dilain pihak pemerintah dengan segala peraturan dan perundang-undangan yang diperuntukan bagi koperasi agar dapat memberikan pembinaan dan dukungan sepenuhnya untuk mengembangkan dan mengangkat martabat koperasi Indonesia.
           Ketiga, lembaga perbankan nasional terutama bank-bank pemerintah agar dapat memberikan dispensasi khusus kepada koperasi untuk memperoleh modal dengan memberikan kemudahan, baik dari segi persyaratan, agunan pada tingkat suku bunga yang rendah, serta alokasi kredit yang memadai untuk mendukung perkoperasian Indonesia.
            Keempat, pengawasan yang ketat dari berbagai pihak wajib dijalankan supaya segala bentuk tindakan yang berpengaruh dalam kegiatan koperasi dapat berjalan sesuai mekanisme yang ada

Daftar Pustaka
MANAJEMEN, AKUNTANSI, DAN BISNIS, VOLUME 5, NO 3, DESEMBER 2007

Nama : ANGELBERT BRIGITA PURNAMASARI REDE
Kelas  : 2EB09
NPM  : 20212870

Tidak ada komentar:

Posting Komentar