Dengan resmi naiknya harga BBM yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 2000,- maka pemerintah membuat suatu program yang disebut Bantuan Langsung Sementara Masyarakat selama 4 bulan dan pada stage pertama ini dibagikan sebesar Rp 300.000,- untuk jangka 2 bulan.
Namun nampak pada praktek langsungnya banyak terjadi kesalahan, seperti tidak tepat sasaran karena banyak yang menerima dari golongan mampu, keterlambatan dana, dan semerawutnya warga demi sejumlah uang tersebut.
Seperti salah satu kasus yang saya kutip dari salah satu media berita.
PANGKALPINANG – Sekretaris Praksi PKS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Aksan Visyawan mengatakan bahwa upaya pemerintah memberikan BLSM kepada masyarakat dinilai kurang effektive, pasalnya kata aksan akurasi dari penerimanya yang dinilai masih belum jelas. ”Aku rasanya itu yang harus dipertanyakan karena tidak semua rakyat yang merasakan, kita bisa pastikan saudara kita yang dikampung dapet atau tidak, kan belum tentu dapet, jadi efektivitasnya itu yang perlu masyarakat kontrol,” kata Aksan ketika dihubungi, Babel Pos, Senin (24/06) kemarin.
Aksan melanjutkan dalam menentukan kategori miskin sangat sulit, sebab katanya keadaan sesorang itukan bisa saja berubah-ubah, dan pemerintah tidak bisa memastikan itu. “Standar orang miskin itu bisa saja kemaren dia kaya dan sekarang dia miskin, atau sebaliknya kemarin dia miskin sekarang kaya. Jadi efektivitas itu yang perlu diperhatikan,” ungkap Aksan.
Jadi menurut Aksan seharusnya pemerintah transfaran dalam mendata orang-orang yang menerima bantuan ini, sebab dalam mendata pemerintah harus benar-benar akurat. Sehingga memang yang menerima BLSM tersebut memang masyarakat yang membutuhkan. ”Seharusnya transfaran jadi semua orang harus mengontrol, standarnya orang miskin itu apa, seberapa tahun dia miskin, penghasilannya berapa, artinya datanya harus akurat betul. Jadi BLSM ini menurut saya kurang rfektive dan kurang tepat sasaranlah,” tukasnya.
Aksan pun menilai program BLSM tersebut hanyalah merupakan program kepentingan tertentu. “Progaram ini banyak kepentingan, mudah di plesetkan untuk kepentingan tertentu, yang jelas menurut saya program itu hanya sebagai ajang kepentingan tertentu,” pungkas Aksan. (prj)
Sumber : http://www.harianbabelpos.com/2013/06/26/dewan-sebut-blsm-kurang-efektif/